ASESMEN KINERJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
ASESMEN KINERJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A. Pengertian Asesmen
Asesmen kinerja merupakan asesmen yang mengharuskan siswa mempertunjukkan kinerja, bukan menjawab atau memilih jawaban dari sederetan kemungkinan jawaban yang sudah tersedia (Zainul, 2005:8). Misalnya dalam kinerja, siswa diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata dan caranya sendiri terhadap permasalahan matematika.
Menurut Marzano, dkk (1993:3) Asesmen kinerja merujuk pada tugas-tugas matematika dan situasi-situasi yang memungkinkan siswa untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pemikiran mereka dan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian mereka dalam berbagai konteks.
Asesmen (penilaian) merupakan suatu strategi dalam pemecahan masalah pembelajaran melalui berbagai cara pengumpulan dan penganalisisan informasi untuk pengambilan keputusan (tindakan) berkaitan dengan semua aspek pembelajaran.
B. Tujuan asesmen
Adapun tujuan dari asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu :
a. Asesmen bukan sekedar tes di akhir pembelajaran untuk mengecek bagaimana siswa bekerja dalam kondisi tertentu, namun harus terlaksana pada saat pembelajaran berlangsung untuk memberikan informasi kepada guru dan memandunya dalam menentukan tindakan mengajar dan membelajarkan siwa.
b. Asesmen jangan dilakukan hanya kepada siswa tetapi harus dilakukan untuk siswa, yaitu memandu dan mengarahkan mereka dalam belajar.
c. Tujuan utama asesmen adalah untuk meodelkan pembelajaran yang efektif, memonotor perkembangan siswa dan menginformasikan tindakan yang perlu dalam pembelajaran. Melalui asesmen guru terbimbing menentukan metode atau pendekatan yang harus dilakukan agar pembelajaran efektif dan memiliki nilai tambah bagi siswa.
C. Manfaat Asesmen Kinerja
Manfaat asesmen kinerja menurut (ott, 1995) yaitu
a. Asesmen kinerja menekankan siswa untuk berlomba dengan dirinya sendiri daripada dengan siswa lain.
b. Dapat menambah pemahaman siswa tentang apa yang diketahui dan dilakukan.
c. Dapat menghilangkan ketakutan terhadap matematika karena tidak ada jawaban benar atau salah.
d. Dapat menuntuk pembelajaran selanjutnya karena tidak terpisah dari pembelajaran.
e. Membuat pembelajaran lebih relevan kehidupan siswa dan dunia nyata.
f. Meningkatkan motivasi siswa,
D. Prinsip-Prinsip Asesmen
Adapun prinsip-prinsip asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu
a. Ditujukan untuk meningkatkan kualitas belajar dan pengajaran.
b. Metode asesmen harus dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa mengungkapkan apa yang mereka ketahui, bukan mengungkap apa yang tidak diketahui.
c. Harus bersifat operasional untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran matematika.
d. Kualitas asesmen tidak ditentukan oleh kemungkinan untuk dapat melakukan skoring secara obyektif.
e. Harus bersifat praktis (mudah diterapkan).
E. Asesmen Otentik
Asesmen yang dilakukan menggunakan beragam sumber, pada saat kegiatan belajar berlangsung, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran. Asesmen ontentik biasanya mengecek pengetahuan dan keterampilan siswa pada saat itu (aktual) dan penguasaan pengetahuan yang diharapkan dari kegiatan pembelajaran. Beragam bentuk yang menunjukkan bukti dari kegiatan belajar dihimpun dalam kurung waktu tertentu dan dalam konteks yang beragam pula.
F. Asesmen Tingkat Rendah
Mencangkup pengetahuan tentang obyek, definisi, keterampilan teknik serta alogaritma standar. Misal: Amir mengendarai sebuah mobil sejauh 170 km dan menghabiskan bensin sebanyak 14 liter. Berapa km dapat ditempuh untuk setiap 1 liter bensin yang digunakan?
G. Asesmen Tingkat Menengah
Ditandai dengan adanya tuntutan bagi siswa untuk mampu menghubungkan dua atau lebih konsep maupun prosedur. Soal-soal pada tingkat ini misalnya dapat memuat hal-hal berikut: keterkaitan antar konsep, integrasi antar berbagai konsep dan pemecahan masalah. Selain itu masalah pada tingkat ini seringkali memuat suatu tuntutan untuk menggunakan berbagai strategi berbeda dalam penyelesaian soal yang diberikan.
H. Assesmen Tingkat Tinggi
Memuat suatu tuntutan yang cukup kompleks seperti berpikir matematik dan penalaran, kemampuan komunikas, sikap kritis, kreatif, kemampuan interprestasi, reflektsi, generasi dan matematisi. Komponen utama dari tingkat ini adalah kemampuan siswa untuk mengkonstruksi sendiri tuntutan tugas yang diinginkan dalam soal.
I. Teknik-teknik Asesmen
Adapun teknik-teknik asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu:
1. Observasi
Pengamatan langsung mengenai tingkah laku siswa dalam kegiatan pembelajaran. Guru dapat memperoleh gambaran mengenai sikap dan disposisi terhadap matematika. Gambar ini diperlukan untuk mendorong siswa bekerja atas kelebihan-kelebihannya, mencoba dan menyadari kelemahannya.
2. Bertanya
Bertanya merupakan pelengkap observasi bertujuan untuk membantu siswa memahami kesulitan yang dihadapinya dalam belajar matematika.
3. Wawancara
Wawancara adalah kombinasi bertanya dan observasi, biasanya dilakukan dengan seorang siswa di suatu tempat yang tenang. Faktor kunci dalam melakukan wawancara adalah melaporkan sesuatu yang diketahui guru mengenai siswa, menerima jawaban siswa tanpa menghakiminya dan mendorongnya untuk berbicara dan berargumentasi.
4. Tugas
Informasi tingkat pemahaman siswa tentang matematika dapat dilihat dari tugas yang diselesaikannya. Karena itu tugas tertentu dapat dirancang pentahapannya mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.
5. Asesmen Diri
Boleh jadi siswa merupakan penilai terbaik untuk pekerjaan dan perasaannya sendiri. Bila siswa belajar menilai sendiri pekerjaannya ia akan merasa bertanggung jawab atas kegiatan belajarnya. Bisa dimulai dengan memeriksa apakah pekerjaannya benar atau salah, menganalisa strategi yang dilakukan siswa lain dan melihat cara bagaimana yang paling sesuai dengan pemikirannya.
6. Hasil Pekerjaan Siswa
Yang termasuk hasil pekerjaan siswa adalah tugas tertulis, proyek, atau produk yang dibuat siswa yang dapat dikumpulkan dan dievaluasi. Yang penting yang dapat dilihat dari pekerjaan siswa adalah apa dan sejauh mana siswa mempelajari matematika.
7. Jurnal
Kemampuan komunikasi matematika secara lisan/tertulis merupakan kompetensi yang penting. Cara sederhana memulai melatih siswa terampil berkomunikasi adalah dengan meminta siswa menulis apa yang mereka pahami dan yang tidak mereka pahami, perasaan mereka mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang telah dipelajari, apa yang mereka sukai dari matematika.
8. Tes
Melalui tes kita dapat memperoleh informasi dan petunjuk mengenai pembelajaran yang telah dan yang harus dilakukan selanjutnya, bukan sekedar menentukan skor.
9. Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan yang telah dilakukan oleh siswa, di dalamnya termasuk tugas, proyek, jurnal, hasil tes, laporan, catatan guru, dan sebagainya. Portofolio merupakan sumber informasi yang lengkap bagi guru mengenai prestasi yang telah dicapai siswa. Selain itu portofolio memiliki nilai tambah bagi siswa dalam menilai diri. Oleh karena itu sangat penting agar siswa menuliskan tanggal dalam setiap isian portofolio.
Asesmen tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Informasi yg terkumpul sangat diperlukan dalam mengambil keputusan pada saat pembelajaran dan memantau perkembangan siswa. Semua itu berguna untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Juga penting adalah untuk memperoleh informasi mengenai sikap siswa terhadap matematika. Guru dapat menggunakannya untuk mendorong siswa menjadi pembelajar yang mandiri, membuat inovasi dalam pembelajaran,dan bahan laporan kepada orang tua siswa.
Dalam melakukan kegiatan asesmen diperlukan alat untuk mengumpulkan informasi. alat tersebut harus sesuai dengan tujuan kegiatan asesmen. Beberapa kriteria alat asesmen yang baik adalah
1. Dapat memberikan informasi yang akan berperan dalam pemutusan mengenai peningatan pembelajaran.
2. Harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Memberikan informasi tentang apa yang siswa ketahui
4. Dapat melengkapi hasil asesmen lain dalam memberikan deskripsi umum tentang apa yang siswa ketahui.
Permasalahan :
Tujuan asesmen bukan sekedar tes di akhir pembelajaran untuk mengecek bagaimana siswa bekerja dalam kondisi tertentu, namun harus terlaksana pada saat pembelajaran berlangsung. Bagaimana cara/langkah guru dalam menyusun asesmen kinerja siswa dalam pembelajaran matematika agar tidak memakan banyak waktu, karena asesemen kinerja ini membutuhkan waktu guru yang lebih banyak dalam merancangnya ?
A. Pengertian Asesmen
Asesmen kinerja merupakan asesmen yang mengharuskan siswa mempertunjukkan kinerja, bukan menjawab atau memilih jawaban dari sederetan kemungkinan jawaban yang sudah tersedia (Zainul, 2005:8). Misalnya dalam kinerja, siswa diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata dan caranya sendiri terhadap permasalahan matematika.
Menurut Marzano, dkk (1993:3) Asesmen kinerja merujuk pada tugas-tugas matematika dan situasi-situasi yang memungkinkan siswa untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pemikiran mereka dan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian mereka dalam berbagai konteks.
Asesmen (penilaian) merupakan suatu strategi dalam pemecahan masalah pembelajaran melalui berbagai cara pengumpulan dan penganalisisan informasi untuk pengambilan keputusan (tindakan) berkaitan dengan semua aspek pembelajaran.
B. Tujuan asesmen
Adapun tujuan dari asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu :
a. Asesmen bukan sekedar tes di akhir pembelajaran untuk mengecek bagaimana siswa bekerja dalam kondisi tertentu, namun harus terlaksana pada saat pembelajaran berlangsung untuk memberikan informasi kepada guru dan memandunya dalam menentukan tindakan mengajar dan membelajarkan siwa.
b. Asesmen jangan dilakukan hanya kepada siswa tetapi harus dilakukan untuk siswa, yaitu memandu dan mengarahkan mereka dalam belajar.
c. Tujuan utama asesmen adalah untuk meodelkan pembelajaran yang efektif, memonotor perkembangan siswa dan menginformasikan tindakan yang perlu dalam pembelajaran. Melalui asesmen guru terbimbing menentukan metode atau pendekatan yang harus dilakukan agar pembelajaran efektif dan memiliki nilai tambah bagi siswa.
C. Manfaat Asesmen Kinerja
Manfaat asesmen kinerja menurut (ott, 1995) yaitu
a. Asesmen kinerja menekankan siswa untuk berlomba dengan dirinya sendiri daripada dengan siswa lain.
b. Dapat menambah pemahaman siswa tentang apa yang diketahui dan dilakukan.
c. Dapat menghilangkan ketakutan terhadap matematika karena tidak ada jawaban benar atau salah.
d. Dapat menuntuk pembelajaran selanjutnya karena tidak terpisah dari pembelajaran.
e. Membuat pembelajaran lebih relevan kehidupan siswa dan dunia nyata.
f. Meningkatkan motivasi siswa,
D. Prinsip-Prinsip Asesmen
Adapun prinsip-prinsip asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu
a. Ditujukan untuk meningkatkan kualitas belajar dan pengajaran.
b. Metode asesmen harus dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa mengungkapkan apa yang mereka ketahui, bukan mengungkap apa yang tidak diketahui.
c. Harus bersifat operasional untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran matematika.
d. Kualitas asesmen tidak ditentukan oleh kemungkinan untuk dapat melakukan skoring secara obyektif.
e. Harus bersifat praktis (mudah diterapkan).
E. Asesmen Otentik
Asesmen yang dilakukan menggunakan beragam sumber, pada saat kegiatan belajar berlangsung, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran. Asesmen ontentik biasanya mengecek pengetahuan dan keterampilan siswa pada saat itu (aktual) dan penguasaan pengetahuan yang diharapkan dari kegiatan pembelajaran. Beragam bentuk yang menunjukkan bukti dari kegiatan belajar dihimpun dalam kurung waktu tertentu dan dalam konteks yang beragam pula.
F. Asesmen Tingkat Rendah
Mencangkup pengetahuan tentang obyek, definisi, keterampilan teknik serta alogaritma standar. Misal: Amir mengendarai sebuah mobil sejauh 170 km dan menghabiskan bensin sebanyak 14 liter. Berapa km dapat ditempuh untuk setiap 1 liter bensin yang digunakan?
G. Asesmen Tingkat Menengah
Ditandai dengan adanya tuntutan bagi siswa untuk mampu menghubungkan dua atau lebih konsep maupun prosedur. Soal-soal pada tingkat ini misalnya dapat memuat hal-hal berikut: keterkaitan antar konsep, integrasi antar berbagai konsep dan pemecahan masalah. Selain itu masalah pada tingkat ini seringkali memuat suatu tuntutan untuk menggunakan berbagai strategi berbeda dalam penyelesaian soal yang diberikan.
H. Assesmen Tingkat Tinggi
Memuat suatu tuntutan yang cukup kompleks seperti berpikir matematik dan penalaran, kemampuan komunikas, sikap kritis, kreatif, kemampuan interprestasi, reflektsi, generasi dan matematisi. Komponen utama dari tingkat ini adalah kemampuan siswa untuk mengkonstruksi sendiri tuntutan tugas yang diinginkan dalam soal.
I. Teknik-teknik Asesmen
Adapun teknik-teknik asesmen dalam pembelajaran matematika yaitu:
1. Observasi
Pengamatan langsung mengenai tingkah laku siswa dalam kegiatan pembelajaran. Guru dapat memperoleh gambaran mengenai sikap dan disposisi terhadap matematika. Gambar ini diperlukan untuk mendorong siswa bekerja atas kelebihan-kelebihannya, mencoba dan menyadari kelemahannya.
2. Bertanya
Bertanya merupakan pelengkap observasi bertujuan untuk membantu siswa memahami kesulitan yang dihadapinya dalam belajar matematika.
3. Wawancara
Wawancara adalah kombinasi bertanya dan observasi, biasanya dilakukan dengan seorang siswa di suatu tempat yang tenang. Faktor kunci dalam melakukan wawancara adalah melaporkan sesuatu yang diketahui guru mengenai siswa, menerima jawaban siswa tanpa menghakiminya dan mendorongnya untuk berbicara dan berargumentasi.
4. Tugas
Informasi tingkat pemahaman siswa tentang matematika dapat dilihat dari tugas yang diselesaikannya. Karena itu tugas tertentu dapat dirancang pentahapannya mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.
5. Asesmen Diri
Boleh jadi siswa merupakan penilai terbaik untuk pekerjaan dan perasaannya sendiri. Bila siswa belajar menilai sendiri pekerjaannya ia akan merasa bertanggung jawab atas kegiatan belajarnya. Bisa dimulai dengan memeriksa apakah pekerjaannya benar atau salah, menganalisa strategi yang dilakukan siswa lain dan melihat cara bagaimana yang paling sesuai dengan pemikirannya.
6. Hasil Pekerjaan Siswa
Yang termasuk hasil pekerjaan siswa adalah tugas tertulis, proyek, atau produk yang dibuat siswa yang dapat dikumpulkan dan dievaluasi. Yang penting yang dapat dilihat dari pekerjaan siswa adalah apa dan sejauh mana siswa mempelajari matematika.
7. Jurnal
Kemampuan komunikasi matematika secara lisan/tertulis merupakan kompetensi yang penting. Cara sederhana memulai melatih siswa terampil berkomunikasi adalah dengan meminta siswa menulis apa yang mereka pahami dan yang tidak mereka pahami, perasaan mereka mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang telah dipelajari, apa yang mereka sukai dari matematika.
8. Tes
Melalui tes kita dapat memperoleh informasi dan petunjuk mengenai pembelajaran yang telah dan yang harus dilakukan selanjutnya, bukan sekedar menentukan skor.
9. Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan yang telah dilakukan oleh siswa, di dalamnya termasuk tugas, proyek, jurnal, hasil tes, laporan, catatan guru, dan sebagainya. Portofolio merupakan sumber informasi yang lengkap bagi guru mengenai prestasi yang telah dicapai siswa. Selain itu portofolio memiliki nilai tambah bagi siswa dalam menilai diri. Oleh karena itu sangat penting agar siswa menuliskan tanggal dalam setiap isian portofolio.
Asesmen tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Informasi yg terkumpul sangat diperlukan dalam mengambil keputusan pada saat pembelajaran dan memantau perkembangan siswa. Semua itu berguna untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Juga penting adalah untuk memperoleh informasi mengenai sikap siswa terhadap matematika. Guru dapat menggunakannya untuk mendorong siswa menjadi pembelajar yang mandiri, membuat inovasi dalam pembelajaran,dan bahan laporan kepada orang tua siswa.
Dalam melakukan kegiatan asesmen diperlukan alat untuk mengumpulkan informasi. alat tersebut harus sesuai dengan tujuan kegiatan asesmen. Beberapa kriteria alat asesmen yang baik adalah
1. Dapat memberikan informasi yang akan berperan dalam pemutusan mengenai peningatan pembelajaran.
2. Harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Memberikan informasi tentang apa yang siswa ketahui
4. Dapat melengkapi hasil asesmen lain dalam memberikan deskripsi umum tentang apa yang siswa ketahui.
Permasalahan :
Tujuan asesmen bukan sekedar tes di akhir pembelajaran untuk mengecek bagaimana siswa bekerja dalam kondisi tertentu, namun harus terlaksana pada saat pembelajaran berlangsung. Bagaimana cara/langkah guru dalam menyusun asesmen kinerja siswa dalam pembelajaran matematika agar tidak memakan banyak waktu, karena asesemen kinerja ini membutuhkan waktu guru yang lebih banyak dalam merancangnya ?


menurut saya, ketika menyusun asesmen sebaiknya dilakukan sebelum materi tersampaikan atau dilakukan pada awal semester seperti menyiapkan perangk mengajar lainnya, sehingga ketika proses belajar berlangsung guru tinggal melaksanakan nya saja
BalasHapusMenurut saya..menyususn instrumen penilaian tidak dilakukan saat di sekolah ketika materi yang disampaikan sedang berlangsung. Akan tetapi dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum materi disampaikan. Sehingga instrumen penilaian kinerja yang dibuat dapat memberikan hasil yang maksimal dan benar-benar objektif ketika digunakan.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenurut saya penyusunan assesmen dilakukan pada saat guru membuat perencanaan pembelajaran, pada saat guru membuat perencanaan pembelajaran yang seyoginya dilakukan sebelum pelaksnaan pembelajaran guru telah mengatur alokasi waktu agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif.
BalasHapusMenurut saya supaya tidak menghabiskan banyak waktu,, maka guru harus menyiapkan instrumen penilaian di awal semester pembelajaran, sehingga semua sudah terencana dengan baik.
BalasHapusSaya setuju dengna pendapat2 sebelumnya kita sebagai guru harus menyiapkan penilaian pembelajaran terlebih dahulu yakni sebelum semester dimulai agar KBM lebih afektif
BalasHapusMenurut saya instrumen penilaian tidak dilakukan saat di sekolahakan tetapi disusun sebelum pembelajaran dan penilaian harus benar benar objektif.
BalasHapusMenurut saya instrumen penilaian tidak dilakukan saat di sekolahakan tetapi disusun sebelum pembelajaran dan penilaian harus benar benar objektif.
BalasHapusMenurut saya..menyususn instrumen penilaian tidak dirancang ketika materi yang disampaikan sedang berlangsung.tetapi dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum materi disampaikan. misalkan pada saat awal semester, seperti pada saat kita menyusun perangkat pembelajaran yang lainnya.Sehingga instrumen penilaian kinerja yang dibuat dapat memberikan hasil yang maksimal
BalasHapus